Petualangan Backpacker Ke IbuKota

This slideshow requires JavaScript.

Ini adalah kisah nyata petualangan seru saya dan teman teman ke Jakarta pada tgl 26 Desember 2009,pas waktu kelas 3 SMA.
Berikut kisah selengkapnya,cekidot guys..

‘Study tour ke Jogja’???Gak punya duit😦

Yup,seperti biasa tiap menjelang akhir tahun masa belajar kelas 3 SMA,agenda rutinan sekolah kami adalah study tour ke Jogja buat ngelawat saksi peradaban nenek moyang kita,Borobudur.Siapa yang gak tertarik pergi kesana?Tapi apa boleh buat,dengan kondisi keluarga yang alakadarnya,buat saya biaya yang dikeluarkan untuk kesana tidaklah murah.Toh,study tour ke sana hukumnya Sunat..bagi yang punya kantongnya tebel monggo,tapi yang buat kalangan rakyat jelata silahkan gigit jari sambil nangis dipojokan.hehehe..Sebenarnya yang ikutan kesana dikelas saya juga gak banyak,tapi kekecewaan gak bisa ngelayat Borobudur gak bisa dibendung.Wah,sayang sekali itukan moment penting zaman SMA..wis,gak apa apalah dimana2 akhirnya Rupiah yang berbicara.Daripada meratapi nasib yang kurang beruntung,,saya dan Asep /teman dekat saya punya inisiatif buat melancong ke Jakarta.Ya,ke Ibukota negara..Oalah,akhirnya kami mulai merencanakan perjalanan ke Jakarta ala backpacker.Wisata murah meriah yang hanya bermodalkan nekat dan kesederhanaan.Kami mulai sayembara ke teman teman siapa yang mau gabung,akhirnya kami mulai deal.Yang ikut adalah Saya,Asep abdul Somad,Dadan Sudrajat,Gunawan Dana Kusumah,Panji dan Rusman.Hehe,sory ya buat Panji w lupa nama belakangnya..Yup,Backpacker Jakarta..itulah ekspedisi kami.Walau gak jadi ke Jogja,mungkin inilah alternatif murah buat mengobati kekecewaan kami.Sebenarnya,Saya dan Asep terinspirasi dari Novel Edensor sekuel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.Dimana beliau saja berani backpacker mengelilingi benua Eropa,masa kami yang ke Jakarta,tidak bisa.Yap,Novel Edensor lah penyemangat kami.Tau sendirikan,tahun tersebut lagi boomingnya novel laskar pelangi.Perjuangan kami buat baca 4 serial novel tersebut pun tidaklah mudah.Mulai harus ngantri di perpus sekolah dan pinjam sana sini ma teman.Yap,masa tsb adalah masa dimana minat baca saya mulai tumbuh.Yang asalnya anti novel..jadi ketagihan sama novel.Ujung2nya semua jenis buku saya lahap..jadi kutu buku.Yap,ada pelajaran penting juga nih..Buat yang males baca buku,coba baca Novel dulu..insyaAllah bakal ketagihan bakal jadi kutubuku.Eits,Sory agaknya temanya jadi melebar nih..Kembali ke Laptop..!!!

Kami pun mulai rapat mengenai ekspedisi ini.Mulai dari biaya,jadwal perjalanan,transportasi dan objek mana saja yang akan kita temui.Untuk masalah uang,tentu tidak sebesar untuk ke Jogja.Intinya uangnya gak lebih dari selembar rupiah yang bergambar bapak proklamator kita,tau sendiri ini adalah wisata ala backpacker dimana semuanya meminimalisir pengeluaran dengan alasan gak punya banyak duit,hehe.

H-1 Kami menginap dirumah Panji yang kebetulan dekat dengan Stasiun Kereta Api Cibatu.Saya pun ngeprint denah lokasi Jakarta dengan bantuan Google Maps di warnet terdekat dan berunding lagi untuk menentukan lokasi petualangan,tujuan kami adalah ingin mengunjungi Monas,Istana Negara,Masjid Istiqlal,Museum Nasional dan Taman Mini.Karena besok Subuh adalah jadwal keberangkatan kesana,kami pun tidur lebih awal supaya tidak kesiangan.

Besok paginya,subuh subuh kami sudah stay di stasiun kereta api Cibatu.Rute kami pertama akan menuju Purwakarta dan nyambung lagi ke Jakarta.Tiketnya pun sangat murah,perorang hanya Rp 3,000..Inilah alasan kami naik kereta api walaupun perjalanan pasti sangat lama yang penting murah.Di dalam kereta untungnya kita dapat tempat duduk,kereta sudah ramai kayak di pasar.Pedagang mulai menjajakan dagangannya,kami pun menikmati perjalanan ini sampai ke Purwakarta dengan melihat pemandangan alam sekitar yang bisa dilihat dari jendela kereta.Masih alami,banyak pegunungan dan pesawahan padi.Tiap stasiun yang kami lewati kami tulis dalam buku.Ada 50 lebih stasiun kami lewati.wah,sangat banyak sekali.Sampai akhirnya sebelum adzan dzuhur kami tiba di stasiun Purwakarta.Disana kami istirahat sebentar karena setelah adzan dzuhur kereta akan menuju Jakarta.Lagi2 tiketnya pun sangat murah.Total tiket kami dari Stasiun Cibatu-Jakarta kurang dari sepuluh ribu.Sangat ekonomis..walaupun suasana kereta ekonomi yang panas,berjejalan pedagang,kami pun menikmatinya dengan senang hati.Jam tiga sore,kami pun tiba di Stasiun Kereta Api Senen-Jakarta.Ya,kami mampir di sebuah masjid untuk shalat ashar dan rencananya akan menginap disana.

Malam pun tiba,shalat isya sudah dilaksanakan.Jamaah pun pada pergi.Tinggal kami berenam yang ada di masjid dan petugas masjid.Kami berharap bisa diijinkan untuk menginap disini.Sayang kami tak diijinkan menginap disini,masjid akan dikunci.Hah..cuaca diluarpun sedang dilanda hujan deras.Kami hanya menunggu di pelataran masjid.Bingung mau kemana.Untungnya ada seorang pria yang mengajak kami untuk menginap.Kami pun mengiyakannya,namanya Mas Aji.Ia mengajak kami menginap di pelataran kios2 Pasar Senen.Hehe..ini sungguh pengalaman pertama kami tidur beralaskan koran di pelataran pasar.Kami pun curiga karena baru mengenal untuk pertamakalinya namun dibawa ke sebuah pasar.Namun setelah ngobrol2,ia orangnya baik,Ia orang Banten sama berbahasa Sunda namun Sunda kasar.Rupanya ia adalah seorang pemulung.Sebelum tidur ia mengajak kami untuk memulung kue bekas di Pasar ini.Alhasil kami makan kue sekantong keresek hasil memulung tadi.Ya,lumayan lah buat ngemil sebelum tidur.Maklum lah ini adalah pasar kue subuh yang terkenal di Jakarta,banyak kue yang tercecer dan jatuh dilantai.Kami pun ngobrol sana sini mengenai tujuan kami di Jakarta.Malam sudah larut,kami pun segera tidur.Namun kami berbagi tugas buat jaga malam,karena perasaan kami tak enak.Melihat banyak preman pasar yang sedang bergerombol disana..salah satunya suka melihat kami.Kami pun resah,takut terjadi apa apa.Maklum kami baru tahu ternyata kawasan Pasar Senen terkenal banyak preman.Hati hati barang kalian raib,kata seorang pedagang yang sedang menutup tokonya.Kami pun cemas dan hanya bisa berdoa.

Sampai dini hari kami pun belum tenang untuk tidur,permasalahnnya bukan karena kami tidur dengan hanya alas koran.Namun kami takut terjadi apa apa,karena banyak preman yang sedang bermain judi.Dan hal yang ditakutkan pun terjadi.Segerombolan pria berbaju hitam memukul mukul lantai dan mendatangi kami.Kami pun sangat kaget,ada apa ini.Mereka berkata,hey..kalian ini siapa,tidur enak gak minta izin.Kami pun digiring ke sebuah tempat.Kami pun diinterogasi,asal darimana dan mau kemana.Sungguh waktu itu,jantung kami terasa mau copot.Kami pun memberitahukan semuanya,terutama Mas Aji yang membawa kami ke tempat ini.Dia minta maaf tak minta izin terlebih dahulu buat nginep disini.Dan rupanya,kami baru sadar.Mereka adalah security pasar Senen,tadinya kami sangat panik.Namun kami beruntung,karena adanya mereka.Kami diijinkan tidur di tempat security,setidaknya disini lebih aman dari tempat yang tadi banyak preman.Mereka pun bilang demikian,untung kalian kami ajak kesini.Kalau tidak mungkin esok pagi kalian tak bisa melihat barang berharga masing-masing.Dan rupanya benar,kami telah masuk kandang macan..Pasar senen itu banyak premannya.Makasih Pak,telah menyelamatkan kami.Pagi harinya kami pamit untuk melanjutkan perjalanan kami menuju tujuan.Wah,malam pertama yang menegangkan.

Petualangan dimulai…
Pagi hari pun tiba,kesibukan Jakarta sudah menggeliat.Pasar Senen terkenal dengan pasar kue subuh nya.Sebelum matahari terbit pasar ini justru telah bangun lebih awal.Kami pun menceritakan pada Mas Aji tentang tujuan kita.Ya,,kami rekrut ia sebagai guide kami di Jakarta.Ia rupanya tau tempat yang kami tuju.Dari pasar Senen kami menuju Masjid Istiqlal,kami penasaran ingin berkunjung kesana.Biasanya kami hanya melihat di televisi sewaktu lebaran.Dan hanya dengan jalan kaki,sejam kurang kami pun tiba disana.Wah,masjid ini sungguh besar dan Indah.Kami pun mengelilingi masjid.Melihat bedug,kubah yang besar dan megah,karpet sajadah yang halus.Semuanya sangat bagus,pilar pilarnya besar.Percis seperti yang kami lihat dari televisi sebelumnya.Kebetulan hari ini hari minggu,banyak pengunjung dari berbagai daerah.Nama istiqlal sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya Kemerdekaan.Masjid ini didirikan oleh Presiden Soekarno,presiden pertama RI dan merupakan masjid terbesar se Asia Tenggara.

Setelah masjid Istiqlal,kami pun menuju Monumen Nasional atau yang sering dibilang Monas.Dari Istiqlal kami hanya jalan kaki.Melewati Istana Presiden.Disana terlihat penjaga istana yang sigap layaknya patung tak bergerak disetiap gerbang istana,membawa senjata.Tadinya kami ingin mengambil gambar disana,namun tak diizinkan.Huh..sebelkan.Dari Istana,Monas sangat dekat.Kami hanya mengelilingi kawasan Monas dan taman tamannya,dan tidak menaiki puncak Monas,ah sayang sekali.Tidak lupa kami mengabadikan gambar dengan kamera hp butut masing-masing.Ya,akhirnya juga kesampaian di ikon Jakarta ini.Tidak sah ke Jakarta kalau belum ke Monas..hehe.Dari Monas kami sebenarnya ingin sekali ke Museum Gajah,namun Mas Aji tidak tahu tempatnya.Padahal dari peta yang kami punya tempatnya tidaklah jauh.Ya,apa boleh buat..sebenarnya kami juga capek.Melihat Istiqlal dan Monas saja sudah cukup bahagia bagi kami.Akhirnya kami berunding,kami putuskan hari ini adalah hari terakhir kami di Jakarta.Rupanya kami memang agak riskan jika kami tak punya tempat buat tidur,takutnya hal yang kemarin bisa terulang.Ya,maunya liburan panjang disini.Tapi kondisi kantong yang tak mencukupi dan kondisi mental kami yang agak drop,karena peristiwa kemarin.hehe

Sebelum ashar datang,kami pun menuju ke stasiun Jakarta kota,malam ini adalah jadwal pemberangkatan ke kota kami.Karena jadwal masih lama,tidak jauh dari sini adalah kawasan kota tua,banyak museum tua disini.Seperti Museum Fatahillah,Museum Wayang,Museum Bank Indonesia,Museum Bank Mandiri dll.Kami pun jalanjalan disini,sangat ramai pengunjung.Kawasan ini memang sangat cocok bagi pecinta photografi,banyak tempat yang bagus untuk diabadikan.Kami pun tak ketinggalan jepret sana sini,terutama di depan Museum Sejarah Jakarta atau yang sering dikenal dengan Museum Fatahillah.Dulunya disini adalah pusat kota Batavia zaman Hindia Belanda.Bangunan tuanya masih terawat,tempat wisata bersejarah yang murah meriah.Bukan hanya wisatawan lokal yang datang,turis asing pun banyak datang kesini.Ada juga sewa sepeda ontel buat berkeliling kawasan ini.Tak terasa azan Maghrib pun berkumandang,kami dan Mas Aji pun berpisah disini.Rencananya ia mau pulang ke kampung halamannya di Banten,sebagai rasa terimakasih kami patungan uang untuk ongkos pulang Mas Aji.Syukur sekali bisa bertemu beliau,walaupun ia orang yang baru kami kenal tapi ia sangat baik dan ramah..ia lah yang menjadi guide kami di Jakarta.

Sekitar jam sepuluh malam,kereta pun berangkat menuju kampung halaman.Sensasi naik kereta di malam hari sungguh berbeda dibandingkan siang hari.Suasananya lebih tenang.Pedagang pun tidak banyak yang berjualan.Kami pun menikmati malam dikereta dengan tidur atau ngemil.Akhirnya jam tigaan kami tiba di kampung halaman.Hmm..sungguh segar udaranya,jalanan pun sepi berbeda jauh dengan Jakarta.Pengalaman yang takkan pernah kami lupakan,seru dan menegangkan.Ya hanya karena terinspirasi dari sebuah buku,bermodal keberanian anak ingusan sma..kami bisa menjelajah Jakarta.hehe

7 thoughts on “Petualangan Backpacker Ke IbuKota

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s